Rabu, 02 September 2015

Cara Membuat Kompos



Membuat Kompos

Pupuk Kompos seringkali bukan sesuatu yang favorit bagi petani, hal ini dikarenakan membuat Kompos membutuhkan waktu yang agak lama dibanding menggunakan pupuk kimia, padahal ada banyak manfaat jika petani menggunakan pupuk Kompos, selain ramah lingkungan hasil panen juga setara dibanding menggunakan pupuk kimia. Berikut ini kita akan coba bahas cara membuat pupuk Kompos menggunakan Mikro Organisme Lokal atau dikenal juga dengan istilah MOL, cara pembuatan pupuk Kompos menggunakan MOL ini penulis rangkum dari keterangan ketua Perhimpunan Petani Peduli Lingkungan (P3L) Mr. Paryoto di Kabupaten Dharmasraya Sumatera Barat.

Sebelum kita membahas lebih lanjut tentang pembuatan Kompos menggunakan MOL, ada baiknya kita jelaskan secara ringkas terlebih dahulu, apa itu MOL. MOL merupakan kumpulan dari Mikro Organisme berupa bakteri atau jamur (Fungi), Mikro Organisme ini diperoleh dari segala jenis buah-buahan yang sudah membusuk, jadi pembuatan pupuk Kompos kali ini bisa dikatakan pembuatan Kompos menggunakan Buah-buahan busuk.

CARA MEMBUAT KOMPOS MENGGUNAKAN MOL


Bahan dasar yang dibutuhkan diantaranya adalah MOL (Micro Organisme Lokal), MOL itu terdiri dari

1. Buah-buahan busuk untuk segala jenis buah,
2. Air kelapa,

Untuk bahan Komposnya sendiri terdiri dari

1. kotoran sapi atau kerbau,
2. Jerami,
3. Dedak padi,
4. Arang sekam,
5. Dolomit (kapur murni),
6. Sampah basah,
7. dan serbuk gergaji,

Kemudian untuk pengaduk atau bahan blendingnya MOL dicampur dengan Sluri, yakni limbah Biogas dari kotoran sapi,

Cara pembuatan

Semua bahan yang sudah disebutkan tadi dicampur diaduk sambil di taburi MOL yang sudah di campur dengan Sluri, kemudian bahan yang sudah diaduk tersebut didiamkan selama lima hari, setelah lima hari diaduk kembali sambil dicampurkan dengan MOL, demikian selanjutnya, jadi pengadukan dilakukan per lima hari selama lima belas hari.

Dari cara pengolahan tersebut Kompos yang sudah jadi diayak kemudian hasil ayakan di tutup rapat dengan plastik selama sepuluh hari, sementara itu Kompos yang masih berbentuk bongkahan digiling baru kemudian di diamkan dan ditutup dengan plastik selama sepuluh hari, setelah kompos terlihat basah dan dingin kemudian tampak ada tanda-tanda cacing yang berkembang biak, maka Kompos siap dikemas kedalam karung yang didalamnya dilapisi plastik agar tidak menguap.

Biaya pembuatan Kompos menggunakan MOL ini tidaklah terlalu mahal, bahkan bahan-bahan yang dibutuhkan cukup tersedia disekitar lingkungan kita, apalagi jika anda tinggal di Desa, nah Karen kebetulan kelompok P3L menggiatkan pembuatan Kompos menggunakan MOL ini, dari keterangan ketuanya Mr Paryoto menjelaskan, “Karena Kompos kami diproduksi dalam skala besar maka tentunya kami memakai biaya tenaga dan bahannya, namun demikian perkilonya kami menjual kepada petani seharga seribu perak, siapapun yang berminat membeli silahkan datang ke Rumah Kompos kami di Kabupaten Dharmaraya,” imbuhnya.

Membuat Cairan EM4 Sendiri



Cara Mudah Membuat EM4 Sendiri
Sobat Bloger, lama gak posting artikel sudah sebulan lebih ane gak update..karna lagi sibuk degan praktek uji coba budidaya lele sangkuriang dengan media terpal dan juga praktek ujicoba budidaya ayam kampung pedaging.karna perubahan cuaca yang ekstrem jadi perlu perlakuan khusus dalam menangani kedua praktek tersebut.

Dan dalam kesempatan ini ane coba update CARA MUDAH MEMBUAT EM4 SENDIRI.
 karna dalam dunia ternak EM4 juga diperlukan/dibutuhkan,

CARA MUDAH MEMBUAT EM4 SENDIRI
Sebagai starter mikroorganisme pada proses dekomposer EM4 menjadi begitu penting dalam dunia pertanian organik. Jika kita harus membeli EM4 tersebut harganya lumayan mahal, padahal ada berbagai cara untuk membuat EM4 sendiri dengan harga bahan baku yang sangat murah. Salah satu caranya adalah sebagai berikut:

BAHAN:
  1. Pepaya matang atau kulitnya 0,5 kg
  2. Pisang matang atau kulitnya 0,5 kg
  3. Nanas matang atau kulitnya 0,5 kg
  4. Kacang panjang segar 0,25 kg
  5. Kangkung air segar 0,25 kg
  6. Batang pisang muda bagian dalam 1,5 kg
  7. Gula pasir 1 kg
  8. Air tuak dari nira/Air kelapa 0,5 liter
CARA PEMBUATAN:
  1. Pepaya, pisang, nanas, kacang panjang, kangkung dan batang pisang muda dihancurkan hingga ukuran menjadi agak halus. Buah harus yang sudah matang atau dapat juga digunakan kulit buah yang tidak dimakan.
  2. Setelah dihancurkan, campuran bahan tersebut dimasukkan dalam ember.
  3. Campurkan gula pasir dan tuak dalam ember tadi dan aduk hingga rata.
  4. Wadah ditutup rapat dan disimpan selama 7 hari
  5. Setelah 7 hari larutan yang dihasilkan dikumpulkan secara bertahap setiap hari hingga habis.
  6. Larutan tersebut disaring dan dimasukkan kedalam wadah yang tertutup rapat. Larutan tersebut adalah EM4 yang siap digunakan dan dapat bertahan hingga 6 bulan.
Ampas dari hasil penyaringan larutan bisa digunakan sebagai pupuk kompos.